AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Begini Curhat Pedagang Pasar Kramat Jati Soal Kenaikan Harga Minyak Goreng 

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 27 November 2021 17:54 WIB
Berikut keluh kesah pedagang di Pasar Kramat Jati menyikapi meningkatnya harga minyak goreng.
Begini Curhat Pedagang Pasar Kramat Jati Soal Kenaikan Harga Minyak Goreng (Dok.MNC Media)
Begini Curhat Pedagang Pasar Kramat Jati Soal Kenaikan Harga Minyak Goreng (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak goreng baik yang curah maupun kemasan terus mengalami peningkatan membuat pedagang mengalami sedikit kehilangan pembelian di pasarnya.

Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Kramat Jati bernama Hajiahkilah yang sudah berjualan minyak goreng selama 30 tahun mengaku harga minyak goreng yang ada saat ini tergolong cukup tinggi.

"Sekarang memang minyak sedang mahal, minyak curah ya mahal, sama aja," ujar Hajiahgilah kepada MNC Portal, Sabtu (27/11/2021).

Meski demikian Hajiahgilah mengaku pasar minyak goreng tidak menghilang, namun memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan harga yang normal.

"Masyarakat sama saja tetap beli, karena perlu, mau direbus terus ya ra gelem (tidak mau)," sambungnya.

Hajiahgilah berharap pemerintah bisa menstabilkan harga salah satu komoditas tersebut agar daya beli masyarakat terhadap minyak goreng bisa kembali normal.

"Harapannya mudah-mudahan harganya turun, kasian masyarakat, kalau mahal kan belinya sedikit, tapi kalau murah kan belinya jadi mendingan," sambung Hajiahgilah.

Kenaikan harga minyak goreng curah juga membuat pedagang lain di Pasar Kramat Jati bernama Budi menghentikan penjualan minyak goreng curah.

"Minyak curah sudah tidak jual, sekarang sudah mahal, sejak harga sawit mahal sekitar bulan 8, sekarang gantinya kita jual minyak goreng kemasan," sambung Budi.

Budi memiliki harapan yang sama dengan para penjual minyak goreng curah seperti Hajiahgilah, yaitu harga minyak goreng bisa kembali normal.

"Harapannya sih harga itu turun, pemerintah kan diekspor semua, akhirnya kan kita kekurangan, masyarakat sih sebenarnya cari yang murah saja, kalau yang kemasan murah ya yang kemasan" pungkas Budi.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD