AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

Delapan Fakta Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah, Sudah Diusulkan Sejak 2010

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 25 November 2021 11:34 WIB
Minyak goreng curah akan dilarang peredarannya mulai 1 Januari 2022.
Minyak goreng curah akan dilarang peredarannya mulai 1 Januari 2022. (Foto: MNC Media)
Minyak goreng curah akan dilarang peredarannya mulai 1 Januari 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Minyak goreng curah akan dilarang peredarannya. Di mana hanya minyak goreng kemasan saja yang diizinkan beredar di pasaran.

Dengan demikian, pengusaha rumah makan maupun pedagang kecil sudah tidak bisa lagi menggunakan minyak goreng curah sebagai bahan menggoreng dagangannya. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11/2021).

1. Dilarang Beredar Mulai 1 Januari 2022

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana melarang penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Artinya, pemerintah hanya mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan saja.

"Jadi untuk ini pemerintah mengantisipasi dengan mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan. Tidak diizinkan lagi, mulai 1 Januari 2022, minyak goreng diedarkan dalam keadaan curah," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan dalam webinar INDEF, Rabu (24/11/2021).

2.  Harga minyak goreng curah sangat mudah terdampak

Oke Nurwan mengatakan, larangan peredaran minyak goreng curah bukan tanpa alasan. Menurutnya, harga minyak goreng curah ini sangat mudah terdampak ketika ada kenaikan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

"Berbeda dengan minyak goreng curah, minyak goreng kemasan harganya relatif terkendali karena bisa diproduksi terlebih dahulu dan disimpan dalam jangka panjang. Meskipun ada kenaikan harga CPO, dampaknya tidak akan langsung terasa ke konsumen," terangnya.

3. Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal

Oke Nurwan mengungkap bahwa alasan harga minyak goreng masih mahal karena dipicu oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit di seluruh dunia. Di mana saat ini harga minyak curah menembus Rp17.000 per liter.

Selain itu, terjadi penurunan pasokan bahan baku minyak nabati karena adanya penurunan produksi CPO. Karena itulah, harganya bisa meroket tajam.

"Terjadi penurunan produksi CPO dari Malaysia 8%. Kemungkinan produksi CPO di Indonesia akan turun dari target 49 juta ton mungkin hanya akan hasilkan 47 juta ton," jelasnya.

4. Disetujui oleh Pelaku Industri

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga sangat setuju dengan regulasi penghentian peredaran minyak goreng curah.

"Kami setuju banget kalau minyak goreng curah distop peredarannya," kata Sahat saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (24/11/2021).

5. GIMNI Mengajukan Permohonan Penghentian Peredaran Minyak Curah

Sahat mengatakan, sejak Juni 2021 yang lalu, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) sudah meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk bisa tegas menghentikan peredaran minyak curah di pasaran.

"Juni 2021 kemarin, kami sudah mengirim surat kepada Kementerian Perdagangan supaya regulasi yang dicetuskan sejak 2019 mengenai penyetopan peredaran minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan supaya bisa tegas dijalankan. Jangan lagi mundur-mundur," katanya.

6. Permohonan Digaungkan Sejak 2010 Silam

Sahat menuturkan, permohonan penghentian peredaran minyak goreng curah pasalnya sudah digaungkan sejak 2010 silam saat Mari Elka Pangestu menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI. Namun, regulasi tersebut terus maju mundur hingga masa kepemimpinan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat ini (2021).

"Udah sejak Bu Mari 2010 penyetopan peredaran minyak goreng curah ini belum diimplementasikan. Waktu jamannya pak Enggartiasto Lukita tahun 2019 kemarin sudah mau diubah ke minyak goreng kemasan, tapi malah dilarang. Nah sekarang di jamannya Pak Lutfi mulai lagi. Berarti kan sudah 11 tahun regulasi ini maju mundur," paparnya.

7. Pelaku Industri Menunggu 11 Tahun

Ketua Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) bilang sudah jenuh dengan ketetapan pemerintah soal penghentian peredaran minyak goreng curah yang tak kunjung terealisasi alias maju mundur terus.

"11 tahun loh kami nunggu. Anggota kami sudah jenuh. Sampai akhirnya Juni 2021 kemarin kami minta kepastian jangan mundur lagi dan bisa terealisasi pada 1 Januari 2022," ujarnya.

8. Dikritik Pengamat

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan penggunaan minyak goreng curah oleh pedagang maupun industri makanan itu lantaran harganya yang relatif lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan.

Menurutnya, jika minyak goreng curah dihentikan peredarannya, maka harga minyak goreng kemasan harus bisa menyeimbangkan ekonomi masyarakat kecil seperti pedagang.

"Problemnya apakah minyak goreng kemasan harga nya bisa sama murahnya dengan minyak curah? Ini yang harus disiapkan pemerintah," kata Bhima kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (25/11/2021).

"Jangan sampai minyak curah dilarang tapi minyak kemasannya terbatas pasokannya," tuturnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD