sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit Anggaran Dipatok 2,40 Persen, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Prudent dan Sustainable

Economics editor Anggie Ariesta
27/08/2026 19:25 WIB
Penguatan instrumen APBN 2027 akan ditempuh melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas dan efisiensi belanja,
Defisit Anggaran Dipatok 2,40 Persen, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Prudent dan Sustainable (Foto: dok Kemenkeu)
Defisit Anggaran Dipatok 2,40 Persen, Purbaya Pastikan RAPBN 2027 Prudent dan Sustainable (Foto: dok Kemenkeu)

Secara rinci, penerimaan perpajakan mencakup setoran pajak Rp2.591,4 triliun, tumbuh 12,1 persen serta Kepabeanan dan Cukai Rp316,6 triliun, yang mendorong rasio penerimaan pajak mencapai 10,38 persen terhadap PDB.

“Peningkatan kepatuhan menjadi kunci dalam mengoptimalkan penerimaan, melalui pemanfaatan teknologi, penguatan sinergi antarlembaga, serta penegakan hukum yang lebih efektif,” tutur Purbaya.

Sementara itu, alokasi belanja negara pada 2027 dipatok sebesar Rp4.097,2 triliun (tumbuh 3,9 persen dari outlook 2026). Pagu ini terbagi atas Belanja Pemerintah Pusat (BPP) senilai Rp3.362,2 triliun untuk mendukung pelayanan publik dan daya beli warga, serta Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun guna mendorong pemerataan pembangunan daerah.

Dengan gambaran pendapatan dan belanja tersebut, posisi defisit anggaran dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun atau setara 2,40 persen dari PDB.

“Dengan kebijakan tersebut, RAPBN 2027 tetap ekspansif namun terukur, dengan defisit 2,40 persen PDB, sehingga APBN mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga kesinambungan fiskal,” kata Purbaya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement