Adapun defisit APBN terjadi akibat total pendapatan negara lebih rendah dibanding total belanja negara. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan pendapatan negara sampai 31 Maret 2026 tercatat Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target 2026 sebesar Rp3.153 triliun. Angka ini tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, realisasi belanja negara Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target belanja negara 2026 sebesar Rp3.842 triliun. Angka ini naik 31,4 persen dari realisasi belanja periode yang sama tahun lalu.
(NIA DEVIYANA)