Malaysia dan Vietnam diakuinya memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi daripada Indonesia. Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,17 persen, sedangkan Vietnam menembus 8,02 persen dengan dorongan fiskal lebih besar.
Dia mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan defisit lebih kecil terjadi di tengah kondisi eksternal yang menantang. Selain isu tarif resiprokal AS, tantangan juga datang dari melambatnya pertumbuhan ekonomi China akibat lemahnya konsumsi domestik di negara tersebut.
Ketua LPS periode 2020-2025 itu menambahkan, pemerintah akan terus memantau risiko global ini untuk memastikan momentum pertumbuhan domestik yang tetap terjaga di tahun 2026. Dia menegaskan, strategi yang ditempuh adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi sambil memastikan bahwa prinsip kehati-hatian fiskal dengan standar internasional tetap terjaga.
(Rahmat Fiansyah/Eugenia Siregar)