AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Demi Sukseskan Proses Transisi Energi Terbarukan, Masyarakat Diminta lakukan Ini

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Jum'at, 13 Mei 2022 19:02 WIB
pemerintah segera mempercepat proses transisi menuju energi berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan secara lebih maksimal.
Demi Sukseskan Proses Transisi Energi Terbarukan, Masyarakat Diminta lakukan Ini (foto: MNC Media)
Demi Sukseskan Proses Transisi Energi Terbarukan, Masyarakat Diminta lakukan Ini (foto: MNC Media)

IDXChannel - Berbagai studi terbaru telah dikemukakan oleh 30 badan ilmiah dan akademi sains nasional dari negara-negara G8, bahwa rata-rata suhu secara tahunan dalam lima tahun ke depan diperkirakan bakal meningkat hingga 1,5 derajat celcius.

Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah untuk segera mempercepat proses transisi menuju energi berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan secara lebih maksimal. Tak hanya menjadi kebijakan internal di dalam negeri, pemerintah juga bertekad membawa semangat transisi tersebut ke level global melalui posisinya sebagai Presidensi G20.

"Transisi energi berkelanjutan merupakan salah satu isu prioritas presidensi G20 Indonesia, dan isu ini sangat relevan dengan keseharian kita. Kita semua pasti merasakan dampak dari isu ini, dimana suhu semakin memanas setiap tahunnya. Untuk itu diharapkan tercapainya kesepakatan dalam mempercepat dan memperkuat transisi energi global yang berkelanjutan dan berkesinambungan," ujar Juru bicara G20, Maudy Ayunda, saat live Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 di akun youtube Sekretariat Presiden, Kamis (12/5/2022).

Berdasarkan pernyataan WHO, menurut Maudy, perubahan iklim merupakan ancaman terbesar kesehatan global di abad 21 dan menyebabkan munculnya banyak penyakit baru. 

"Organisasi Kesehatan Dunia telah menyebutkan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar kesehatan global di abad 21 dan munculnya banyak penyakit baru hingga menyebabkan pandemi di seluruh dunia termasuk indonesia adalah satu dampak nyata dari perubahan iklim ini. Untuk itu ancaman serius ini perlu ditangani bersama dalam presidensi G20," tutur Maudy.

Dijelaskannya juga, aktifitas manusia telah berdampak luas pada kerusakan atmosfer, laut, kriosfer, dan biosfer yang kemudian mengakibatkan kerugian dan kerusakan alam permanen di muka bumi yang kemudian akan ditanggung oleh kita sendiri. Namun, masyarakat bisa turut berkontribusi dalam transisi energi berkelanjutan ini. 

"Sebagai masyarakat, kita juga dapat mengambil peran dalam transisi energi berkelanjutan ini, aktifitas seperti menggunakan transportasi umum dapat mengurangi emisi gas uap" tegas Maudy. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD