AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Diduga Curang, Peserta SKD CPNS di Buol Tercium Jawab Soal Pakai Remote Access

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Selasa, 26 Oktober 2021 10:49 WIB
Pemerintah mencium seumlah kecurangan yang dilakukan oleh para peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS.
Diduga Curang, Peserta SKD CPNS di Buol Tercium Jawab Soal Pakai Remote Access. (Foto: MNC Media)
Diduga Curang, Peserta SKD CPNS di Buol Tercium Jawab Soal Pakai Remote Access. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah mencium seumlah kecurangan yang dilakukan oleh para peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS, salah satunya di titik lokasi mandiri Pemkab Buol Sulawesi Tengah. Diketahui ada yang menggunakan remote access dari luar lokasi ujian.

Laporan kecurangan itu diterima oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Tjahjo Kumolo. Laporan itu mengenai potensi kecurangan pada pelaksanaan SKD CPNS yang digelar di gedung BKPSDM Kabupaten Buol.

“Cara kerja kecurangannya dengan menginstall software remote access sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian. Software ini dipasang/diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari. Hasil bukti rekaman CCTV dihapus, tapi bisa di-recovery oleh tim BKN dan BSSN,” ungkap Tjahjo, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan kecurigaan adanya kecurangan pengawas di lokasi berawal dari terjadi blue screen pada salah satu PC peserta ujian. Dimana PC tersebut ternyata yang dipasang software remote access.

“Kemudian peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC tersebut. Posisi duduk di komputer ini sudah diatur/diarahkan sebelumnya oleh Panitia Lokal. Terlihat hasil rekaman CCTV,” tuturnya.

Selain itu Tjahjo mengatakan sudah dilakukan audit trail terhadap peserta test. Audit trail ini untuk melihat aktivitas peserta selama pelaksanaan ujian.

Dari hasil audit trail terlihat menunjukkan peserta sangat cepat menyelesaikan soal. Baik saat menampilkan soal maupun menjawab soal sangatlah cepat.

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik). Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” paparnya.

Tjahjo mengatakan peserta yang ada di komputer tersebut hanya menampilkan soal, sedangkan orang yang menjawab adalah tim di luar lokasi ujian. Sehingga, dia menduga tidak menutup kemungkinan tindak kecurangan ini dilakukan oleh satu orang saja.

“Itu sebabnya bisa dilakukan dengan sangat cepat, karena ada dugaan tidak dilakukan oleh satu orang tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian. Dengan beberapa alat bukti, hasil CCTV, hasil audit forensik dari sistem CAT dan interview dengan petugas di lapangan memperlihatkan kecurangan tersebut. Demikian kondisi ya,” ujarnya Tjahjo. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD