AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Dilobi Luhut hingga Ditelepon Jokowi, Tesla Malah Pilih India

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 19 Februari 2021 19:00 WIB
Meski sudah melalui lobi-lobi yang dilakukan luhut sampai ditelepon Jokowi, Tesla justru memilih India untuk berinvestasi. Ini Perjalanannya.
Dilobi Luhut hingga Ditelepon Jokowi, Tesla Malah Pilih India. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla Inc. lebih memilih berinvestasi di India daripada Indonesia. Hal ini memupus harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan perusahaan asing besar agar bisa memasukkan dananya ke tanah air.

Untuk menggapai mimpinya itu, Jokowi sampai hati menghubungi CEO Tesla, Elon Musk, secara pribadi, pada 11 Desember 2020 lalu. Dalam sambungan komunikasi tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memintanya agar bisa berinvestasi di Indonesia dan mengajak Tesla untuk melirik Indonesia sebagai lokasi bantalan peluncuran (launching pad) Space X.

"Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad Space X," tulis keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, dikutip Sabtu (12/12).

Seakan mendapatkan lampu hijau, Musk sempat berjanji akan mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021. Sambungan komunkasi ini merupakan lanjutan dari pertemuan antara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dengan Musk saat berjunjung ke Amerika Serikat pada November lalu.

"Tesla saja datang ke China untuk membeli bahan untuk produksi baterai lithium di AS, sedangkan bahan baku baterai produksi yang dilahirkan di China itu mengambil dari Indonesia. Jadi saya bilang sama Tesla kenapa kalian tidak sama-sama investasi di kita," jelas Luhut dalam keterangan resmi beberapa waktu.

Tidak ingin melepaskan kesempatan yang dilakukan Jokowi, pemerintah Indonesia dan Tesla bahkan diakui sudah melakukan penandatanganan Kesepakatan Non-Disclosure Agreement (NDA). Proses pembubuhan cap berlangsung secara virtual sebanyak enam kali.

"Saya pikir hari ini atau besok, kami akan terima proposal dari mereka," katanya melalui tayangan virtual, Rabu 3 Februari lalu. 

Walaupun telah terjadi penandatanganan dalam hal investasi atau NDA, isi dari perjanjian tersebut masih dirahasiakan.

Sebelum pertemuan virtual itu, semula perwakilan tim Tesla yang diutus oleh Musk direncanakan akan datang ke Indonesia pada Januari tahun ini. Namun sempat mundur lagi hingga Februari 2021. 

Penundaan itu terjadi akibat kebijakan Indonesia yang melarang warga negara asing masuk ke tanah air, sebagai reaksi atas naiknya angka infeksi Covid-19 pada Januari lalu. Untuk itu, tim Tesla dikabarkan menunggu pencabutan kebijakan dari pemerintah.

Berkali-kali gagal hadir ke Indonesia, kini Tesla justru memutuskan menanamkan investasinya ke India.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla Inc. yang dikabarkan lebih memilih berinvestasi di India daripada Indonesia disebabkan karena ekosistem industri mobil listrik di India lebih siap dibandingkan Indonesia. 

Apalagi, dari aspek inovasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) India jauh mengungguli Indonesia. 

"Hampir pupus harapan Tesla bangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Masalahnya kan ada di ekosistem inovasi di India lebih siap, SDM-nya juga berlimpah untuk IT dan otomotif," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia Jumat (19/2/2021). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD