AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Dirut Percaya Diri Garuda (GIAA) Bisa Bangkit dari Keterpurukan

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Rabu, 19 Januari 2022 14:02 WIB
Usai diterpa badai pandemi Covid-19, emiten penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, terjebak dalam utang jumbo.
Dirut Percaya Diri Garuda (GIAA) Bisa Bangkit dari Keterpurukan. (Foto: MNC Media)
Dirut Percaya Diri Garuda (GIAA) Bisa Bangkit dari Keterpurukan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai diterpa badai pandemi Covid-19, emiten penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, terjebak dalam utang jumbo. Meski demikian, pimpinan perseroan tetap percaya diri bahwa perseroan bisa bangkit kembali dari keterpurukan.

Maskapai dengan kode saham GIAA ini terus berupaya untuk tetap terus bertahan hidup. Selain melakukan pembenahan di dalam, permohonan kebijakan penundaan pembayaran utang (PKPU) juga dilakukan.

Upaya ini untuk meringankan beban utang yang menumpuk hingga Rp198 triliun. PKPU diharapkan bisa memberikan sinyal positif untuk kelanjutan maskapai BUMN ini.

"Ini karena sudah dilaporkan dan sudah masuk ke ranah hukum, ada kewajiban kita untuk mendukung dan membuka akses informasi data seterbuka mungkin, jadi kami sudah memberikan komitmen ke Kejaksaan Agung untuk mendukung proses penyidikan dan penyelidikan, dan mempersiapkan baik itu karyawan Garuda yang masih aktif maupun pensiunan untuk bisa dimintakan keterangan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam IDX 1st Session Closing, Rabu (19/1/2022).

Irfan mengatakan proses hukum ini dinilai tidak mempengaruhi restrukturisasi. Melalui diskusi dengan berbagai pihak, lanjut Irfan, apa yang dilakukan Menteri BUMN tersebut menunjukkan bahwa Garuda bukan semata-mata melakukan restrukturisasi utang, namun di segala lini.

"Kedepan garuda bukan hanya akan tumbuh lebih besar, tetapi juga lebih baik dan memberikan sinyal kepada publik bahwa kita serius melakukan restrukturisasi di Garuda dan di semua lini," katanya.

Lebih lanjut Irfan mengibaratkan 'bersih-bersih' perlu dilakukan ketika diindikasikan ada yang kotor.

"Dan saya, tugas manajemen hari ini itu adalah memastikan kedepan jangan lagi ada kotoran-kotoran baru, untuk itu banyak hal kita lakukan, seperti transparansi, komunikasi ke stakeholder untuk memastikan bahwa bisnis proses akan lebih baik kita terapkan," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD