Data DLH mencatat, pada tahun 2018, IKTL Kota Surabaya sebesar 42,44. Lalu, pada tahun 2019 sebesar 42,6 dan di tahun 2020 sebesar 42,63. "Sedangkan pada tahun 2021, IKTL Surabaya kembali naik sebesar 42,633 dari tahun sebelumnya," imbuhnya.
Di tempat terpisah, Kepala Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Arie Dipareza Syafei menjelaskan, hasil data perhitungan kualitas udara yang dilakukannya sebelum pandemi dalam kategori baik. Yaitu berada di angka 60-70 persen.
"Jadi itu perhitungan sebelum pandemi, IKU Surabaya dalam kategori moderat sampai baik. Sedangkan pada waktu pandemi, datanya juga hampir sama dalam kategori baik," kata Arie.
(NDA)