AALI
9925
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1505
ACES
1275
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1920
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2220
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4270
AKSI
400
ALDO
940
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.86
0.07%
+0.36
IHSG
6632.21
0.45%
+29.64
LQ45
951.04
0.09%
+0.87
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Dorong UMKM Masuk Platform Digital, KemenkopUKM Gelar Pelatihan 

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Minggu, 12 September 2021 21:40 WIB
Pelatihan ini diharapkan agar pelaku usaha mempunyai jangkauan pemasaran yang lebih luas, bahkan bisa sampai ke pelosok negeri. 
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

IDXChannel - Guna meningkatkan kualitas dan mendorong para pelaku UMKM untuk go digital, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) bersama dengan Komisi VI DPR RI terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Peningkatan SDM UKM tersebut melalui melalui pelatihan vokasional digitalisasi produk UKM, yang diadakan di Indramayu, Jawa Barat. Pelatihan ini diharapkan agar pelaku usaha mempunyai jangkauan pemasaran yang lebih luas, bahkan bisa sampai ke pelosok negeri. 

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi para pelaku UKM dalam memasaran produk UKM melalui digital atau online adalah demand dan supply. Terkadang demand tinggi, supply rendah sehingga produknya tidak terpenuhi. Sebaliknya supply tinggi, penjualannya kurang. 

"Untuk itu bagaimana institusi Kementerian Koperasi dan UKM penting kehadirannya untuk menjamin kestabilan antara demand dan supply," ujar Herman saat membuka "Pelatihan Vokasional Digitalisasi Produk UKM", hasil kerja sama dengan KemenkopUKM, di Indramayu, (12/9/2021). 

Dia menambahkan, pasar UKM kini semakin luas dengan adanya peraturan untuk pemenuhan kebutuhan belanja pemerintah dari produk UKM. Hal ini menjadi kesempatan bagi UKM untuk meningkatkan kualitas produksinya.

Deputi bidang Usaha Kecil dan Menengah KemenkopUKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, untuk memasarkan produk UKM secara digital maka literasi harus ditingkatkan. "Pengetahuan menggunakan tekhnologi sudah ada, tapi bagaimana hal itu bisa dijadikan sebagai kegiatan pemasaran produk UKM," kata Hanung. 

Sasaran yang ingin dicapai dari pelatihan ini juga bukan kota-kota besar, tapi di kota yang memiliki produk UKM potensial. "Untuk memasarkan produk UKM secara digital atau pasar daring itu tidak bisa dilakukan secara langsung, untuk itu Kementerian Koperasi UKM membangun mereka secara bertahap, pertama melalui media sosial sebelum masuk ke e-commerce," jelas Hanung.

Dia juga berharap pelaku UKM yang memasarkan produknya secara digital harus jujur disampaikan ke pembeli dan tetap menjaga kualitas produk. Dengan demikian kepercayaan pembeli tetap terjaga. 

Sementara itu, Kadis UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu H Didi Riyadi mengungkapkan, program pelatihan ini sangat ditunggu oleh pelaku UMKM di Kabupaten Indramayu. Saat ini pelaku UMKM yang terdampak paling besar akibat pandemi. 

"Semoga dengan pelatihan ini para pelaku UMKM memperoleh manfaat dari pelatihan. Era saat ini sudah berbeda yaitu era 4.0, sehingga digitalisasi suatu keharusan," pungkas Didi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD