Maruarar mencontohkan eskalasi masif pada Program Bedah Rumah sebagai bukti lompatan kinerja sektor perumahan. Pada 2025, target penanganan dipatok sebanyak 45.000 unit, kemudian melesat drastis menjadi 400.000 unit pada 2026.
Lonjakan kuota tersebut dinilai menuntut pematangan kesiapan eksekusi lapangan, pengawasan berlapis, serta koordinasi terpadu agar bantuan tepat sasaran.
Pada ranah pembiayaan bersubsidi, capaian FLPP pada 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah program sejak digulirkan pada 2010 dengan menembus 278.868 unit rumah. Melanjutkan tren positif tersebut, pemerintah mematok target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi FLPP pada 2026.
Perluasan akses permodalan juga terus digenjot melalui skema KPP untuk menyokong mobilitas warga dan pelaku usaha di sektor konstruksi permukiman.