AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1275
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
158
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Dukung Era 4.0, Ratusan SMK di Jabar Terapkan Kurikulum Ekonomi Digital

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Rabu, 24 November 2021 07:30 WIB
Ratusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jabar mulai menerapkan kurikulum digital.
Ekonomi Digital (Ilustrasi)
Ekonomi Digital (Ilustrasi)

IDXChannel - Ratusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jabar mulai menerapkan kurikulum digital. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Menurutnya, kurikulum ekonomi digital mulai diterapkan di 206 SMK Negeri yang tersebar di Jabar. Masuknya ekonomi digitak ke dalam kurikulum SMK di Jabar, nyata Ridwan Kamil, untuk merespons era revolusi industri 4.0.

"206 SMK akan menggunakan kurikulum ekonomi digital supaya lulusannya bisa diserap langsung oleh e-commerce, menandakan kami sudah bergeser kurikulumnya yang tadinya biasa menjadi sangat luar biasa, merespons era 4.0," kata Ridwan Kamil seusai peluncuran program pengembangan bisnis digital untuk SMK di Kampus Shopee, Jalan BKR, Kota Bandung, Selasa (23/11/2021). 

Bahkan, Ridwan Kamil mengatakan bahwa masuknya ekonomi digital ke dalam kurikulum SMK tersebut menandakan Jabar paling siap menghadapi revolusi industri 4.0.

"Ini komitmen kongkret bahwa Jawa Barat paling siap dalam menghadapi era 4.0," tegas Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu. 

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi membenarkan bahwa 206 SMK dari total 
2.952 SMK di Jabar sudah melakukan sosialisasi dan penyusunan kurikulum ekonomi digital tersebut. 

"Jadi, kurikulum itu sudah dilakukan (sosialisasi) dari Juni sampai September ini dan Shopee juga sudah melakukan pelatihan dengan bapak ibu gurunya sebanyak 406 orang, hari ini penandatanganan MoU untuk pelatihan terhadap siswanya," jelas Dedi. 

Di saat gurunya mendapatkan pelatihan, kata Dedi, dibuka juga link bagi siswa yang ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan kurikulum digital yang telah disusun. 

"Dari target 20.000 (siswa), sampai hari ini sudah 26.000-an yang mendaftar. Di posisi yang lain, kita dari Juni pun juga punya inovasi sekolah pencetak wirausaha," katanya. 

Selama ini, kata dia, SMK selalu dikaitkan dengan Industri, sehingga lebih banyak mendidik menjadi karyawan. Oleh karenanya, Disdik Jabar pun memiliki program sekolah pencetak wirausaha digital. 

"Ke depan, kerja sama ini bakal terus diperbanyak untuk menyasar SMK swasta," kata Dedi. 

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Christin Djuarto menyatakan, pihaknya  berkomitmen mengembangkan SDM ke arah digital. Bahkan, kata dia, banyak juga UMKM yang sudah menerapkan digitalisasi melalui pelatihan yang digelar pihaknya. 

"Generasi muda yang dilatih tentang bisnis digital diharapkan mampu membantu lebih banyak UMKM lokal untuk juga bisa masuk dalam platform dagang online," kata Christin. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD