"Mindset kolaborasi dalam melakukan pekerjaan transformasi ini sangat penting, karena memang kita harus bergerak secara bersama-sama untuk satu tujuan sehingga tidak bisa tidak, kita harus berkolaborasi. Sikap ego sektoral dan silo mentality hanya akan menjauhkan kita dari pencapaian target bersama," ujar Hudi.
Apalagi di tahun-tahun ke depan, lanjut Hudi, ada sejumlah target yang harus dicapai oleh industri migas, yaitu peningkatan Investasi. sebesar USD16,1 miliar, atau Rp242 Triliun, naik 17 persen dibandingkan 2023 yang lalu, yang tercatat sebesar USD13,7 miliar, atau sebesar Rp206 Triliun.
Kemudian peningkatan kegiatan pemboran pengembangan secara masif. Pada 2024 ini ditargetkan mampu mencapai 932 sumur, atau naik sebesar 388 persen dari realisasi tahun 2020 yang hanya mencapai 240 sumur.
Selain itu, target Portfolio Industri Hulu Migas hingga 2029 nanti, telah memiliki 141 Proyek dengan total investasi USD36,25 Miliar atau setara Rp543 Triliun, yang terdiri dari 6 Proyek Strategis Nasional dengan total investasi sebesar USD32.47 Miliar, atau sebesar Rp487 Triliun, dan 135 Proyek Non PSN, dengan nilai total nilai investasi sebesar USD3,78 Miliar atau sebesar Rp57 Triliun.
Hudi menegaskan, target tersebut dapat terwujud dengan kolaborasi dan dukungan dari semua stakeholder industri migas. Apalagi dengan dua temuan besar cadangan gas beberapa waktu lalu di Indonesia, membuat gairah investasi industri migas ikut meningkat.