AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

Dulu Orang Terkaya di Asia, Sekarang Raja Properti Ini Hadapi Tumpukan Utang

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Kamis, 22 Juli 2021 10:56 WIB
Kekayaan Raja properti asal China, Hui Ka Yan saat ini merosot tajam. Duli ia adalah orang terkaya di Asia.
Dulu Orang Terkaya di Asia, Sekarang Raja Properti Ini Hadapi Tumpukan Utang (FOTO: Forbes)

IDXChannel - Kekayaan Raja properti asal China, Hui Ka Yan saat ini merosot tajam, bahkan orang yang pernah dinobatkan sebagai yang terkaya di Asia ini harus menghadapi tumpukan utang yang makin menggunung.

Mengutip pemberitaan Forbes, Kamis (22/7/2021), kekayaan Hui Ka Yan turun UDD3,35 miliar minggu ini. Hal ini disebabkan anjloknya saham perusahaan miliknya Evergrade hingga 26 persen.

Apalagi saham Evergrade yang terdaftar di Hong Kong sudah anjlok 68 persen dalam setahun terakhir.

Banyak analis   memperkirakan taipan yang dulu banyak akal tampaknya kehabisan ide untuk keluar dari krisis utang yang dideritanya.

Kondisi ini adalah peristiwa dramatis bagi Hui yang empat tahun lalu dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaannya besihnya encapai USD45,3 miliar. Per hari ini kekayaanya hanya tersissa USD17,2 miliar.

Raja properti di Asia ini harus bisa mengurangi tumpukan utang yang terus tumbuh 5 persen hingga mencapai USD301,6 miliar pada tahun lalu.

“Krisis utang Evergrande semakin cepat,” kata Shen Chen, dari Shanghai Maoliang Investment Management.

Investor khawatir terhadap krisis keuangan di Evergrande dan akan mendorong lembaga keuangan untuk memotong pendanaannya dan menuntut pembayaran pinjaman segera.

Pada tahun lalu, Perusahaan raksasa properti China, Evergrande Group, tengah mencari pendanaan lewat penjualan saham sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun untuk melunasi utangnya.

Perusahaan properti itu memiliki utang terbesar di dunia ini berencana menjual 490 juta saham lewat mekanisme top-up placement dengan tawaran harga sekitar HK$ 16,5-HK$ 17,2. Itu terdiskon 14,7 persen dari harga penutupan terakhir perdagangan saham Evergrande.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD