AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
0.00
-100%
-16853.57
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

Eijkman Berharap Vaksin Merah Putih Akan Disetujui EUA Pertengahan 2022

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Kamis, 16 September 2021 18:30 WIB
Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikembangkan diharap mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pertengahan tahun depan.
Vaksin Ilustrasi
Vaksin Ilustrasi

IDXChannel - Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikembangkan diharap mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pertengahan tahun depan atau 2022 agar dapat digunakan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan proses yang saat ini sedang berjalan adalah transisi dari skala laboratorium ke industri.

"Kamis melakukan optimasi dan juga peningkatan produktiviti yang saat ini berlangsung. Dan secara singkat kami berupaya atau berharap di pertengahan tahun 2022 sudah mendapatkan EUA ya emergency use authorization,” ungkap Amin dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Amin juga mengatakan bahwa Indonesia baru pertama kali membuat vaksin dari nol. “Indonesia yang dalam sejarah belum pernah membuat vaksin dari nol, kita harus membuat sesuatu yang singkat. Bahkan, WHO saja memperkirakan untuk membuat vaksin Covid-19 membutuhkan waktu 18 bulan.”

Sejak bulan Maret 2020, Amin mengatakan Eijkman ditugasi untuk membuat vaksin Covid-19. “Sebelumnya memang kami telah berpartisipasi dalam pembuatan vaksin Demam Berdarah. Dan untuk membuat vaksin yang sempurna kira-kira membutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk mengembangkan suatu vaksin yang sempurna. Dan vaksin-vaksin lain juga membutuhkan waktu 10 tahun, bahkan jarang yang 5 tahun berhasil,” paparnya.  

“Nah, tentu kita dihadapkan tantangan bagaimana bisa membuat vaksin dalam waktu singkat. WHO memprediksi untuk waktu membuat vaksin ini paling sedikit butuh waktu 18 bulan,” katanya.

Amin mengatakan bahwa tugas Eijkman adalah mengembangan bibit vaksin Covid-19 yang kemudian akan diproduksi oleh PT Biofarma. “Kemudian kita membentuk tim berdasarkan pengalaman kami, ada dua skala dalam pengembangan vaksin Covid-19 ini ya yakni skala laboratorium dan skala industri. Jadi tugas kami adalah mengembangkan bibit vaksin yang kemudian akan diproduksi Biofarma.”

“Kita juga harus membuat hasil penelitian kami itu bisa dilanjutkan di industri, nah biasanya kami kan bekerja dalam skala lab kan kecil-kecil. Sedangkan kalau di industri volumenya akan jauh lebih besar,” paparnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD