Meski demikian, Esther menyebut program satu orang satu rekening juga memiliki sejumlah dampak positif bagi perekonomian nasional. Salah satunya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.
"Dampak positifnya adalah meningkatkan inklusi keuangan. Menaikkan tingkat inklusi keuangan nasional dari 93,61 persen menjadi sekitar 99 persen," kata Esther.
Selain memperluas akses layanan keuangan, program tersebut dinilai dapat mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Dengan kepemilikan rekening, bantuan pemerintah dapat disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Membantu memperkuat transmisi kebijakan fiskal sehingga bantuan langsung sampai ke rumah tangga berpendapatan rendah dan mendorong konsumsi domestik," sebutnya.
Esther menambahkan, program ini juga memberikan manfaat berupa saldo awal bagi masyarakat penerima melalui fasilitas perbankan milik negara.