IDXChannel - Data Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) Desember 2025 mencatatkan kenaikan proporsi tabungan masyarakat menjadi 14,9 persen. Namun, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai angka tersebut menyimpan fenomena paradoks yang mengkhawatirkan.
Achmad menjelaskan bahwa meskipun secara makro tabungan meningkat, kondisi di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah antara kelompok mapan dan kelas menengah yang sedang merosot.
Achmad mengibaratkan ekonomi Indonesia seperti perahu dengan dua lantai. Kelompok menengah ke atas di "dek atas" memilih mempertebal tabungan dan dana darurat karena faktor kehati-hatian (precautionary motive) di tengah ketidakpastian global.
Namun, di "dek bawah", kelas menengah yang turun kelas justru sedang berjuang menutup defisit harian. Menurutnya, tabungan bagi kelompok ini bukan sedang ditambah, melainkan digerus untuk sekadar bertahan hidup.
"Apa yang kita hadapi bukan satu perilaku masyarakat, melainkan dua wajah Indonesia yang bergerak berlawanan arah. Penumpang di dek atas menahan konsumsi karena pilihan, bukan paksaan. Sementara itu, menengah yang turun kelas menahan konsumsi karena terdesak," ujar Achmad Nur Hidayat dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).