IDXChannel – Harga emas dunia terkoreksi usai mencetak rekor tertinggi pada Selasa (13/1/2026), seiring rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.
Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global masih berlanjut, sehingga tetap menopang permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Perak pun ikut menembus puncak baru.
Emas spot bertahan turun 0,25 persen ke USD4.586,00 per troy ons setelah sempat menyentuh rekor intraday USD4.634,33.
Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures David Meger menilai sentimen pasar cenderung positif seiring rilis data inflasi yang lebih jinak.
“Alasan di balik nada pasar yang sedikit positif secara menyeluruh adalah data CPI yang relatif jinak, yang mengisyaratkan peluang lebih besar bagi penurunan suku bunga The Fed ke depan,” ujarnya, dikutip dari Reuters.