sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi AS Diprediksi Alami No Landing, Apa Itu?

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
07/10/2024 12:20 WIB
Banyak investor memprediksi Amerika Serikat (AS) akan mengalami kondisi no landing di mana pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan inflasi tahunan gagal turun.
Ekonomi AS Diprediksi Alami No Landing, Apa Itu? (Foto: MNC Media)
Ekonomi AS Diprediksi Alami No Landing, Apa Itu? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Banyak investor memprediksi Amerika Serikat (AS) akan mengalami kondisi no landing di mana pertumbuhan ekonomi tetap kuat dan inflasi tahunan gagal turun ke target dua persen.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (7/10/2024), skenario no landing menguat setelah pasar tenaga kerja AS mencatat pertumbuhan yang melampaui ekspektasi pada September 2024. Di sisi lain, risiko lonjakan inflasi kembali muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dapat mengerek harga minyak dunia.

"Potensi terjadinya no landing meningkat," kata Manajer Portfolio Brandywine Global Investment Management Tracy Chen.

Bulan lalu, Federal Reserve (The Fed) melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk menggenjot pasar tenaga kerja yang saat itu terlihat lesu. Bank Sentral AS tersebut mempertimbangkan pemangkasan suku bunga jumbo tambahan jika pasar tenaga kerja terus melemah.

Namun, pasar tenaga kerja mencatat penambahan 250 ribu pekerjaan bulan lalu, jauh lebih tinggi dari prediksi pasar. Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 4,1 persen bulan lalu dari 4,2 persen di bulan sebelumnya.

"Pemotongan suku bunga lanjutan sebesar 50 basis poin hampir tidak mungkin terjadi," kata Chen.

Sebelumnya, para investor memprediksi skenario soft landing atau hard landing. Soft landing terjadi saat AS berhasil mencapai target inflasi tanpa mengalami resesi, sementara hard landing adalah pencapaian sasaran inflasi yang disertai penurunan tajam ekonomi. 

"(Jika no landing terjadi), the Fed kemungkinan menghentikan pemangkasan suku bunga atau bahkan harus kembali menaikkan suku bunga,"  kata Pengamat DWS Americas George Catrambone. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement