Beijing masih ptimistis dapat mencapai target pertumbuhan lima persen, tetapi para ekonom mengatakan bahwa stimulus fiskal yang lebih besar lagi diperlukan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan memulihkan sentimen bisnis.
Para investor menginginkan informasi yang lebih spesifik tentang komitmen Beijing untuk mengubah model ekonominya agar lebih berorientasi konsumsi yang dapat mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan.
Salah satu masalah utama adalah krisis yang berkepanjangan di sektor properti, yang telah lama menjadi pendorong utama pertumbuhan tetapi sekarang terjerat utang. Pada Kamis, para pejabat mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan pembiayaan untuk proyek perumahan yang berada dalam daftar putih pemerintah menjadi lebih dari USD500 miliar.
Otoritas juga berjanji untuk memfasilitasi renovasi satu juta rumah, sebuah langkah yang dimaksudkan untuk meningkatkan aktivitas di sektor properti. (Wahyu Dwi Anggoro)