IDXChannel - Raksasa asuransi Lloyd’s of London mengatakan bahwa ekonomi dunia dapat mengalami kerugian sebesar USD14,5 triliun atau sekitar Rp227 ribu triliun selama lima tahun jika ada konflik berskala besar yang melumpuhkan sektor perdagangan global.
"Contoh asuransi yang dapat membantu pelaku bisnis untuk melindungi diri dari hal ini antara lain asuransi risiko politik dan asuransi risiko perang," kata Direktur Urusan Korporasi Lloyd's Rebekah Clement dalam pernyataannya, dilansir dari City AM pada Kamis (10/102/204).
Skenario tersebut diungkapkan Lloyd’s dalam laporan terbarunya yang bertujuan untuk memberikan masukan kepada pemerintah, perusahaan asuransi, dan manajer risiko mengenai ancaman global yang paling mendesak.
Laporan ini berfokus kepada konsekuensi ekonomi yang dapat muncul jika pola perdagangan global terganggu oleh konflik geopolitik yang besar.
Karena lebih dari 80 persen impor dan ekspor dunia, sekitar 11 miliar ton barang, bergerak melintasi lautan pada waktu tertentu, penutupan rute perdagangan utama dapat melumpuhkan perekonomian dunia.
Dampaknya terhadap negara-negara akan bervariasi. Negara yang terlibat langsung dalam konflik atau yang ekonominya sangat bergantung kepada perdagangan global akan mengalami dampak yang lebih signifikan.
Lloyd's menjadikan Eropa sebagai contoh. Kawasan tersebut bergantung kepada impor untuk komoditas penting seperti semikonduktor yang digunakan dalam pembuatan mobil dan barang elektronik. Kawasan ini dapat menghadapi kerugian hingga USD3,4 triliun selama lima tahun jika konflik besar melumpuhkan perdagangan global. (Wahyu Dwi Anggoro)