IDXChannel - Ekonomi Indonesia diprediksi stabil di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kenaikan imbal hasil obligasi belum mengubah arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Meski demikian, risiko kenaikan suku bunga acuan tetap rendah, seiring stabilnya kondisi likuiditas domestik dan efektivitas bauran kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Dalam laporan Macro Strategy terbaru, BRI Danareksa menegaskan bahwa pelemahan rupiah sejak awal 2026 lebih mencerminkan penyesuaian level yang gradual, bukan gejolak yang bersifat tidak teratur.
Rupiah tercatat melemah sekitar 0,7 persen secara year to date, sempat menyentuh level Rp16.950 per dolar AS, seiring penguatan dolar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
"Secara singkat, kami menilai kenaikan suku bunga acuan sebagai respons atas kondisi saat ini masih kecil, berdasarkan pergerakan nilai tukar, kondisi likuiditas, serta pola reaksi kebijakan Bank Indonesia," kata BRI Danareksa Sekuritas dalam laporannya, Selasa (27/1/2025).