sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonomi Kuartal I-2026 Melesat, Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen

Economics editor Anggie Ariesta
05/05/2026 14:47 WIB
Menurut Purbaya, realisasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah berhasil melampaui stagnasi pertumbuhan ekonomi yang selama ini tertahan di 5 persen.
Ekonomi Kuartal I-2026 Melesat, Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen (FOTO:Dok Ist)
Ekonomi Kuartal I-2026 Melesat, Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rasa syukur dan kelegaannya atas pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional yang berhasil menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026.

Menurut Purbaya, realisasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah berhasil melampaui stagnasi pertumbuhan ekonomi yang selama ini tertahan di level 5 persen.

"Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Purbaya mengaku sempat merasa tegang sebelum pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dirilis. Namun, hasil yang melampaui ekspektasi ini dinilai sebagai prestasi besar di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tekanan.

"Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah saya enggak stress lagi," ujar dia.

Berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi periode ini didorong secara signifikan oleh belanja pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). 

Kepala BPS, Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB, pertumbuhan tercepat justru datang dari sektor pengeluaran pemerintah.

Konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah.

"Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81 persen. karena realisasi gaji ke 14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat," kata Amalia.

Amalia merinci bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada publik, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement