Strategi sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh perang dagang tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Bank Negara Malaysia memperingatkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen untuk 2025 kemungkinan besar tidak akan tercapai. Tekanan dari konflik dagang global telah mengurangi optimisme terhadap ekspor dan investasi.
Untuk mengimbangi dampak negatif tersebut, Malaysia akan memperkuat kerja sama ekonomi dengan mitra dagang lainnya, termasuk China dan Uni Eropa. Anwar mengatakan perundingan untuk memperkuat perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan China akan segera rampung.
Sebagai ketua ASEAN, Malaysia mendorong negara-negara tetangga untuk memperluas pasar ekspor mereka. Diketahui, enam dari sepuluh negara ASEAN saat ini menghadapi tarif tinggi dari AS, antara 32 persen hingga 49 persen. Tarif itu berdampak besar pada ekonomi kawasan yang berbasis ekspor.
(Ibnu Hariyanto)