Namun, keduanya diprediksi tetap mengalami penurunan produk domestik bruto (PDB) sekitar 3-5 persen, terburuk sejak pandemi.
“Bagi banyak negara Teluk, perang ini dapat memiliki dampak jangka pendek yang lebih besar daripada Covid,” kata Soussa, dilansir dari Bloomberg pada Senin (16/3/2026).
Konflik tersebut menunjukkan sedikit tanda mereda pada minggu ketiga, dengan Iran terus menyerang negara-negara tetangga di seluruh wilayah sebagai pembalasan atas pemboman AS dan Israel.
Baru-baru ini, Bandara Internasional Dubai untuk sementara menangguhkan penerbangan setelah insiden drone yang menyebabkan kebakaran, sementara Arab Saudi mencegat lebih dari selusin drone dalam semalam.
AS menyerang situs-situs militer di pusat ekspor minyak mentah Iran di Pulau Kharg selama akhir pekan dan memperingatkan akan menargetkan fasilitas energi jika Teheran terus mengganggu lalu lintas di Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia. (Wahyu Dwi Anggoro)