AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Ekonomi RI Terkontraksi 0,74 Persen, Istana: Arah Indonesia Terus Membaik

ECONOMICS
Dita Angga/Sindo
Rabu, 05 Mei 2021 13:03 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2021 yang masih terkontraksi 0,74%.
Ekonomi RI Terkontraksi 0,74%, Istana: Arah Indonesia Terus Membaik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2021 yang masih terkontraksi 0,74%. Meski begitu Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menilai bahwa hal ini mengarah ke tren yang positif.

“Arah perekonomian Indonesia di masa pandemi terus membaik. Walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal I Tahun 2021 mengalami kontraksi 0,74%, tetapi trennya menunjukkan arah yg positif dari kuartal-Kuartal sebelumnya di mana Kuartal II 2020 -5,32% Kuartal III 2020 -3,49%, Kuartal IV 2020 -2,19% (yoy),” katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).

Dia mengatakan bahwa pada kuartal II, III, dan IV, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada zona positif. Dengan begitu ekonomi Indonesia tahun 2021, secara akumulasi akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020 lalu.

Selisih tipis, yang hanya sebesar -0,74% secara tahunan dibanding masa sebelum pandemi, menunjukan perekonomian kita sanggup bertahan. Kita akan segera masuk ke zona positif,” ujarnya.

Selain itu data BPS juga menyebutkan bahwa 64,56% PDB berasal dari Industri, pertanian, Perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Hal ini mengindikasikan sektor riil sdh bergerak lebih produktif dibanding waktu sebelumnya.

“Selain Itu kita juga melihat bahwa Neraca perdagangan surplus kita di kuartal I dengan ekspor tumbuh 6,74%, dan Impor terkendali Tumbuh 5,27%,” ujarnya.

Namun dia menilai bahwa daya beli masih tertekan. Dimana saat ini pertumbuhan konsumsi masih terkontraksi sebesar -2,23%. Lalu investasi -0,23%, belanja pemerintah 2,96%, ekspor 6,74% dan impor 5,27%.

“Melihat rincian pertumbuhan berdasarkan pengeluaran tersebut, harus diakui bahwa pandemi covid-19 ini masih menekan perekonomian baik dari sisi supply maupun demand. Sehingga pemerintah terus bekerjasama dengan otoritas moneter terus berupaya untuk mempertahankan dan memperbaiki kedua hal tersebut,” paparnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD