Kuatnya ekspor membantu mengimbangi lemahnya pengeluaran dan investasi domestik.
China dijadwalkan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 pada Rabu besok. Beijing menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 4,5 persen hingga 5,0 persen.
Minggu lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan tahunan China sebesar 0,2 poin persentase menjadi 4,6 persen.
Beijing telah berupaya meningkatkan pengeluaran konsumen melalui berbagai inisiatif, termasuk subsidi tukar tambah untuk mobil dan peralatan rumah tangga. Namun, banyak warga merasakan tekanan dari perlambatan ekonomi dan menghindari pembelian barang-barang mahal. (Wahyu Dwi Anggoro)