Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang menjadi pasar utama dengan kontribusi masing-masing sebesar 19,59 persen; 16,38 persen; dan 15,58 persen dari total nilai ekspor tuna Indonesia yang mencapai USD1,038 miliar pada 2025.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, capaian ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.
"Dengan nilai ekspor yang telah melampaui USD1 miliar pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global," katanya.
Produk bernilai tambah seperti tuna olahan dan fillet kini mulai mendominasi ekspor, menandakan pergeseran dari komoditas mentah menuju produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood berkelanjutan, aspek tata kelola dan transparansi menjadi kunci.