"Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan stok ikan yang berkelanjutan sekaligus mendukung transparansi dalam rantai pasok," ujar dia.
Selain penguatan tata kelola, inovasi pemanfaatan menyeluruh atau 100 persen utilization menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah.
Selama ini, sekitar 40-50 persen bagian tuna seperti kulit, tulang, dan sisik belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi ekonomi tinggi.
Produk turunan seperti kolagen, gelatin, biopeptida, hingga bahan farmasi dinilai memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar atau beku. Bahkan, pasar global kolagen diproyeksikan melampaui USD9 miliar pada 2030.
Dalam praktiknya, inovasi mulai dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya kolaborasi antara Collabit yang berbasis di Bitung, Sulawesi Utara, dengan restoran Padang Merdeka melalui menu 'Ayam Pop + Tuna Collagen' yang mengintegrasikan manfaat nutrisi tuna ke dalam hidangan populer.