AALI
8450
ABBA
218
ABDA
6050
ABMM
4290
ACES
615
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
735
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4150
AGAR
294
AGII
2200
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
104
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
183
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1380
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
390
ALTO
163
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.31
-0.18%
-0.96
IHSG
7070.27
-0.09%
-6.35
LQ45
1008.79
-0.19%
-1.89
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Ekspor Pertanian Naik 14,05 Persen, Jokowi: Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 15 Agustus 2021 18:03 WIB
Ekspor pertanian pada semester I-2021 mencapai Rp282,86 triliun, jumlah tersebut naik 14,05 persen dari Rp202,05 triliun pada semester sama di tahun sebelumnya.
Ekspor Pertanian Naik 14,05 Persen, Jokowi: Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri. (Foto: MNC Media)
Ekspor Pertanian Naik 14,05 Persen, Jokowi: Utamakan Kebutuhan Dalam Negeri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ekspor pertanian pada semester I-2021 mencapai Rp282,86 triliun, jumlah tersebut naik 14,05 persen dari Rp202,05 triliun pada semester yang sama di tahun sebelumnya. 

Menurut Presiden Joko Widodo, peningkatan ekspor komoditas pertanian tersebut turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dengan nilai tukar petani yang terus membaik.

“Pada Juni 2020 nilai tukar petani berada di angka 99,60, secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapai 103,25 dan Juni 2021 mencapai 103,59. Menurut saya ini sebuah kabar yang baik yang bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif di masa pandemi,” ujar Jokowi, mengutip laman resmi Presiden pada, Minggu (15/8/2021).

Menurutnya presiden sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dari hantaman pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari dengan terus meningkatnya nilai ekspor pertanian pada dua tahun terakhir.

Ekspor pertanian pada tahun 2020 mencapai Rp451,8 triliun, naik 15,79 persen dibandingkan tahun 2019 yang angkanya mencapai Rp390,16 triliun. Meski adanya peningkatan ekspor, Jokowi menghimbau agar tetap memperhitungkan dan mengkalkulasikan mengutamakan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. 

"Kalau memang dihitung betul beras kita ini berlebih dan mampu kita ekspor, ya ekspor saja. Tetapi, sekali lagi, dikalkulasi, dihitung bahwa benar-benar stok yang ada itu cukup untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Artinya, kebutuhan dalam negeri didahulukan, kalau hitung-hitungan ada sisa, silakan diekspor,” sambungnya.

Presiden juga meminta agar para petani disambungkan dengan rantai pasok baik nasional maupun global. Dengan demikian, para petani dan pelaku-pelaku usaha pertanian dapat dengan mudah mengekspor produknya, sehingga bisa berkembang menjadi sentra-sentra produksi pertanian yang berorientasi ekspor.

“Kalau kita betul-betul berikan perhatian akan menjadi sebuah produk yang baik untuk kita ekspor. Juga produk olahan peternakan yang juga makin terbuka pasarnya,” tuturnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD