IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Menurutnya, ketahanan dan keamanan pangan menjadi faktor krusial bagi sebuah negara untuk tetap menjaga eksistensinya.
Airlangga mengatakan Indonesia harus memiliki daya tahan dalam berbagai situasi krisis. Dia menyebut pengalaman saat pandemi Covid-19 pada 2022 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia, di mana saat itu, sejumlah negara menerapkan embargo ekspor pangan demi melindungi kebutuhan domestik masing-masing.
"Kita melihat bagaimana negara melakukan embargo ekspor pangan, sehingga itu pelajaran berharga bahwa kita harus mandiri secara pangan agar dalam situasi krisis ataupun situasi apapun kita bisa bertahan dan kita punya resiliensi terhadap pangan kita," kata Airlangga di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2025).
Dia menekankan, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 282 juta jiwa, pangan dan konsumsi masyarakat menjadi aspek yang sangat penting dalam menopang stabilitas nasional. Airlangga mengibaratkan ketahanan pangan layaknya pasokan makanan bagi industri.
"Jadi kalau pangan aman, pabrik aman. Kalau pangan tidak aman, pabrik tidak aman. Nah itu secara nasional juga kita harus jaga. Yang paling penting segonya, nasinya mesti aman. Jadi kalau nasi aman, lauk-lauk yang lain juga aman. Jadi ini yang kita perlu jaga," kata Airlangga.