AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Ekspor Sawit Awal Tahun 2021 Capai 2,86 Juta Ton

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Rabu, 17 Maret 2021 18:17 WIB
Ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mencapai 2,86 juta ton, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2020 yang sebesar 2,39 juta ton.
Ekspor Sawit Awal Tahun 2021 Capai 2,86 Juta Ton. (Foto: MNC Media)
Ekspor Sawit Awal Tahun 2021 Capai 2,86 Juta Ton. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ekspor minyak sawit Indonesia pada Januari 2021 mencapai 2,86 juta ton, jumlah ini lebih tinggi dibandingkan bulan Januari 2020 yang sebesar 2,39 juta ton. Namun ekspor Januari 2021 lebih rendah 7,7% jika dibanding dengan Desember 2020 yang sebesar 3,5 juta ton.

"Hal ini kemungkinan karena ekspor Desember 2020 sangat tinggi yaitu 3,5 juta ton, yang merupakan tertinggi sepanjang 2020, sehingga tersedia stok yang cukup tinggi di negara-negara importir," ujar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Mukti Sardjono, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).

Penurunan ekspor terbesar terjadi pada CPO yaitu 54,6% lebih rendah dari ekspor Desember 2020. Ekspor oleokimia turun 8,7% dan merupakan penurunan pertama kalinya sejak Januari 2020. Adapun nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD2,59 miliar lebih rendah 8% dari Desember 2020 yang mencapai USD2,82 miliar.

Berdasarkan negara tujuannya, ekspor Januari 2021 ke China turun paling banyak (166.400 ton atau -28%) dibandingkan Desember 2020, Malaysia turun 166.200 ton (-77%), India turun 136.200 ton (-41%) dan Belanda turun 80.000 ton (-81%).

Sementara ekspor ke Myanmar dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan dan pada tahun 2020 mencapai 852.000 ton dan pada Januari 2021 terjadi kenaikan ekspor 47.000 ton (+51 %) dari Desember 2020.

Sejak tahun 2017, minyak sawit Indonesia diekspor ke sekitar 160 negara. Negara China, India dan Pakistan selalu berada pada 3 negara tujuan ekspor tertinggi. Sementara Belanda, Malaysia, Spanyol dan USA pada peringkat 4-8.

Bangladesh, Italia dan Mesir konsisten pada peringkat 7-10. Myanmar selalu berada pada peringkat 11 -12, Rusia pada peringkat 12-13, Filipina dan Korea selalu berada pada peringkat 14-15, Jepang pada peringkat 16-17 dan beberapa negara seperti Singapura, Vietnam, UEA, Ukraina, Afrika Selatan dan Tanzania konsisten berada dalam kelompok 20 besar.

"Ekspor ke negara-negara ini mencapai 87-90% dari ekspor Indonesia. Hubungan bilateral dengan negara-negara pengimpor tradisional yang mempunyai prospek perlu terus ditingkatkan untuk menjaga dan meningkatkan ekspor produk kelapa sawit Indonesia," jelas Mukti.

Untuk ekspor minyak sawit Indonesia ke Swiss sangat kecil dan umumnya dalam bentuk oleokimia. Pada tahun 2020, ekspor ke Swiss hanya 15,9 ton di mana seluruhnya dalam bentuk oleokimia, dengan nilai USD20,7 ribu dari total nilai ekspor minyak sawit sebesar USD22,97 miliar. Walaupun demikian, hasil referendum terhadap produk minyak sawit menunjukkan kepercayaan masyarakat Swiss terhadap produk minyak sawit Indonesia.

"Kita harapkan hasil referendum tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan negara Eropa lainnya termasuk EU terhadap penerapan produksi sawit berkelanjutan di Indonesia," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD