Selain itu, Ibrahim menilai pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberikan dampak positif terhadap harga emas domestik. Meski demikian, penguatan harga Logam Mulia juga masih tertahan oleh pergerakan dolar AS.
"Jadi kelemahan mata uang rupiah ini berdampak positif terhadap Logam Mulia," jelasnya.
Di sisi lain, pergerakan harga emas masih dibayangi potensi kenaikan suku bunga AS apabila inflasi tetap tinggi. Ibrahim menyebut kondisi tersebut dapat kembali menekan harga emas.
"Tapi ada kemungkinan besar, kalau inflasi ini masih tinggi, di bulan November, akan menaikkan suku bunga. Sehingga harga emas jatuh lagi," katanya.
Ibrahim menambahkan, pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga AS. Pasar juga masih menantikan hasil rapat The Fed berikutnya untuk melihat keputusan bank sentral tersebut terkait suku bunga.
(Kidung Dhia)