Rosan menjelaskan, kolaborasi keempat BUMN itu diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor prioritas, antara lain industri kendaraan listrik, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan, serta ketenagalistrikan.
Karena itu, hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri. Apalagi Indonesia masih mengekspor bahan mentah, sementara produk olahannya diimpor kembali dengan nilai yang jauh lebih tinggi.
Sementara itu, Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa mengatakan, pengembangan industri middle stream material maju harus menjadi bagian dari transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan manufaktur bernilai tambah tinggi.
Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan besarnya permintaan regional, memperkuat kapabilitas teknologi, serta membangun skala ekonomi agar mampu bersaing di pasar global.
"Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi juga pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, transportasi, pertahanan, dan berbagai teknologi strategis lainnya," kata Sigit.
(DESI ANGRIANI)