AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Empat Fakta Aktivitas Perjalanan Masyarakat Usai Pelonggaran PPKM

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Selasa, 21 Desember 2021 19:39 WIB
Seiring dengan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia yang relatif lebih membaik mobilitas masyarakat kembali normal.
PPKM Level (Ilustrasi)
PPKM Level (Ilustrasi)

IDXChannel - Seiring dengan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia yang relatif lebih membaik daripada sebelumnya, ketika hantaman gelombang kedua dan penerapan aturan PPKM Level 4.

Saat ini, terlihat mobilitas masyarakat semakin tinggi. Seperti dalam siaran media Gojek, Selasa (21/12/2021) tren aktivitas masyarakat pasca PPKM dilonggarkan memang terjadi pergeseran. Data internal Gojek menunjukkan bahwa destinasi perjalanan saat ini sudah bervariatif, sebab tidak hanya ke lokasi aktivitas sehari-hari seperti sekolah, kampus ataupun perkantoran, tapi juga tempat-tempat yang bersifat rekreasional.

Berdasarkan data internal yang tercatat pada layanan transportasi Gojek, berikut uraian singkat aktivitas dan destinasi favorit pilihan para pengguna platform penyedia jasa transportasi online tersebut

1. Jalan-jalan di pusat perbelanjaan: Aktivitas perjalanan menuju pusat perbelanjaan meningkat 22 persen di November 2021 jika dibandingkan pada Oktober 2021. Tak hanya itu, aktivitas perjalana ke pusat perbelanjaan di akhir pekan juga naik hingga 18 persen. Area pusat perbelanjaan atau mall yang paling diminati masyarakat antara lain Grand Indonesia, Lotte Shopping Avenue dan mall lainnya di sekitar pusat kota seperti Kuningan, Senayan,  hingga kawasan Tanjung Duren Jakarta Barat. Perjalanan ke pusat perbelanjaan, menempati posisi tertinggi kedua setelah perjalanan menuju hub transportasi publik seperti stasiun kereta.

2. Berkumpul di tempat hits pusat kota: Mall bukan lagi sasaran utama, tapi tempat-tempat nongkrong yang punya area outdoor dan sirkulasi udara yang baik, semakin diminati oleh masyarakat. Store yang bersifat langsung (bukan di dalam mall), seperti restoran yang tersebar di bilangan Sudirman, Senayan, dan Senopati menjadi destinasi yang kerap dikunjungi, terutama di akhir pekan mulai pukul 18.00. Data menunjukkan, dibanding periode sebelum PPKM Level 1, perjalanan menggunakan ojek online ke tempat-tempat tersebut meningkat sebesar 10 persen.

3. Eksplor kegiatan di outdoor: Masa pandemi secara langsung meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat masyarakat. Maka wajar saja, area publik yang bersifat outdoor jadi pilihan untuk digunakan sebagai tempat berolahraga, jogging, tracking atau sebagai tempat alternatif nongkrong yang lebih aman. Berdasarkan data yang ada, disebutkan titik-titik outdoor favorit seperti kawasan Gelora Bung Karno, Kebun Binatang Ragunan, Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk, taman-taman kota yang belakangan kembali dibuka untuk umum, kunjungannya konsisten meningkat 5 persen dari pekan ke pekan.  dari minggu ke minggu. Selain itu, kunjungan ke taman rekreasi seperti yaitu Dunia Fantasi Ancol juga meningkat sampai 17 persen.

4. Silaturahmi ke rumah sanak keluarga: Mengunjungi orang tua, keluarga dan teman dekat juga jadi salah satu alternatif aktivitas masyarakat saat ini. Mengingat di tahun 2020, di masa awal-awal pandemi aktivitas ini tak bisa dilakukan.

Peneliti psikologi sosial dari Fakultas Psikologi UI, Dr. Joevarian Hudiyana, M.Si.,menilai pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung dua tahun ini memang sudah membentuk sikap baru pada masyarakat di aspek penerapan protokol keseharan dan program vaksinasi.

“Keberadaan aplikasi PeduliLindungi misalnya, telah berkontribusi membangun persepsi aman bagi masyarakat. Kewajiban menggunakan aplikasi ini, yang mana syaratnya adalah sudah divaksin dosis lengkap, membuat masyarakat merasa lebih tenang karena mengetahui orang-orang di sekitarnya (yang satu area atau satu ruangan) juga sudah terlindungi dengan adanya vaksinasi,” ujar Dr. Joevarian Hudiyana.

Ia menambahkan, penilaian masyarakat akan situasi yang sudah relatif membaik juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan mobilitas dan aktivitas. 

“Ada norma subyektif yang terbentuk di tengah masyarakat, bahwa situasi pandemi telah membaik dan orang-orang di sekitar sudah merasa aman pula. Sehingga, hal ini turut memengaruhi satu individu dengan individu lainnya untuk punya optimisme yang sama,” pungkasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD