AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Empat Fakta Menarik Indomaret dan Alfamart yang Kerap Berdekatan di Satu Lokasi

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Senin, 22 November 2021 12:02 WIB
Gerai Alfamart dan Indomaret sering berdekatan, bahkan tidak jarang lokasi kedua minimarket ini bersebelahan ataupun berhadapan.
Gerai Alfamart dan Indomaret sering berdekatan, bahkan tidak jarang lokasi kedua minimarket ini bersebelahan ataupun berhadapan. (Foto: MNC Media)
Gerai Alfamart dan Indomaret sering berdekatan, bahkan tidak jarang lokasi kedua minimarket ini bersebelahan ataupun berhadapan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Bukan hal aneh jika melihat gerai minimarket Indomaret dan Alfamart yang hampir selalu berdekatan. Tidak hanya berdekatan, bahkan tidak jarang lokasi kedua minimarket ini bersebelahan ataupun berhadapan.

Berikut fakta-fakta menarik Indomaret dan Alfamart yang dirangkum di Jakarta, Senin (22/11/2021).

1. Rapat Demi Bentuk Pasar

Kendati bersaing di lokasi yang berdekatan, baik Alfamart maupun Indomaret ternyata melahirkan permintaan/demand pasar yang cukup signifikan.

“Lokasi itu penting dan kritikal bagi keduanya. Nah, untuk bisa menemukan tempat yang sudah terjadi/terbentuk demand, maka itu bukanlah sesuatu yang mudah,” ungkap Pakar Marketing dan Managing Partner Inventure, Yuswohady.

Strategi berdekatan, menurut Yuswohady, bertujuan untuk membangun pasar yang luas mengingat perilaku konsumen yang dinamis dalam industri ritel.

Yuswohady melihat, persaingan keduanya yang berdekatan di suatu lokasi bakal menguatkan pasar itu sendiri, sejalan dengan terbentuknya kompetisi bisnis yang sehat. Terlebih, sebagai sesama bisnis ritel, Indomaret dan Alfamart menjual barang yang hampir sama.

Yuswohady mengatakan, monopoli hanya akan mematikan demand di pasar keduanya. “Jadi, persaingan itu justru membentuk dan meningkatkan permintaan, menguatkan pasar. Kalau dia main sendiri, pasarnya itu gak besar-besar. Market akan besar jika dinamis, bagusnya persaingan itu membawa konsumen untuk beli, kalau monopoli justru mematikan demand,” katanya.

2. Tahun Berdiri Hanya Beda Setahun

Indomaret berdiri pada 1988, dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, bagian dari usaha Salim Grup. Sedangkan Alfamart berdiri pada 1989, dikelola oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk didirikan oleh Djoko Susanto. Keduanya adalah konglomerat terkenal di Tanah Air.

3. Kekayaan Pemilik Indomaret

Dalam data Forbes 2020, harta Anthony Salim mencapai USD5,9 miliar atau setara Rp83,7 triliun. Pemimpin grup Salim ini menduduki peringkat keempat daftar orang terkaya di Indonesia pada tahun 2020. Meski mempunyai kekayaan Rp83,7 triliun, Salim tidak masuk daftar orang terkaya versi Forbes 2021.

Anthony Salim merupakan seorang pendiri PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) sejak tahun 1998. Terhitung, kini terdapat 28 kantor cabang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan gerainya pun sudah ada sebanyak 16.336 yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

4. Kekayaan Pemilik Alfamart

Menurut data Forbes real time billionaires, kekayaaan Djoko Susanto mencapai USD1,9 miliar atau Rp26,9 triliun. Djoko Susanto adalah pendiri Alfamart yang memiliki lebih dari 16.000 toko di seluruh Indonesia.

Djoko Susanto merupakan seorang pemilik grup Alfamart, bisnis ritel dengan konsep minimart. Djoko Susanto kemudian mengembangkan bisnis ritel Alfa Supermarket yang saat ini di bawah pengelolaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Divisi propertinya Alfaland mengoperasikan Omega Hotel Management di seluruh Indonesia. Djoko merupakan anak keenam dari 10 bersaudara, Djoko mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di sebuah pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD