AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Erick Usul Garuda Bayar Utang Hanya Rp19 Persen dari Total Rp189 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 26 Januari 2022 09:46 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyarankan kepada manajemen Garuda Indonesia hanya melunasi utang sebesar 19 persen saja dari total utang Rp189 triliun.
Erick Usul Garuda Bayar Utang Hanya Rp19 Persen dari Total Rp189 Triliun (FOTO: MNC Media)
Erick Usul Garuda Bayar Utang Hanya Rp19 Persen dari Total Rp189 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir menyarankan kepada manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) hanya melunasi utang sebesar 19 persen saja dari total utang Rp189 triliun.

Alasan Erick, agar Garuda Indonesia dapat melakukan pemulihan kondisi keuangannya akibat terjerat utang dengan nilai jumbo. Saat ini, proses restrukturisasi melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) masih berlangsung. 

"Ya, tentu yang sudah diusulkan kemarin (pembayaran utang) kan 19% recovery secara rata-rata (jumlah utang)," ujar Erick usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, dikutip Rabu (26/1/2022). 

Di lain sisi, Erick Thohir menargetkan hasil restrukturisasi utang mencapai 50% lebih. 
Persentase itu menggambarkan persetujuan lessor atau perusahaan pesawat bahwa utang Garuda Indonesia sebesar Rp 189 triliun harus direstrukturisasi. 

Bila berhasil, maka emiten dengan kode saham GIAA itu memulai memasuki fase pemulihan keuangannya. 

Untuk mencapai target, Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan manajemen harus memperoleh persetujuan tujuh lessor atas restrukturisasi utang yang diproses melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di pengadilan, salah satunya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Erick mencatat, persetujuan tujuh lessor raksasa global akan menjadi mayoritas karena mampu merepresentasikan angka 50% sesuai dengan target. Namun, hingga pekan ketiga Januari 2022, baru empat lessor yang memberikan persetujuan tersebut. Sementara, tiga lessor lainnya pada tahap negosiasi. Secara keseluruhan ada 35 lessor yang dibidik pemerintah. 

"Namanya kita juga usaha tetapi yang empat lessor ini kan, jadi gini dari 35 lessor itu kalau kita bisa dapat tujuh lessor yang besar itu udah lebih dari 50 persen. Nah, empat lessor ini yang besar jadi kalau kita dapat tiga lagi itu akan mayoritas," ungkap dia

Tercatat ada tujuh lessor telah membentuk komite Ad Hoc perihal restrukturisasi utang. Erick berharap komite dapat mengarahkan lessor lainya untuk menyepakati restrukturisasi yang diajukan. Menurutnya, beberapa anggota Komite Ad Hoc memiliki komitmen untuk mendukung penyelesaian utang emiten dengan kode saham GIAA itu

Senada, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengklaim proses restrukturisasi terus mendapat respon positif. Bahkan, keseluruhan lessor sudah mendaftarkan diri dalam PKPU. Meski begitu, tahapan-tahapan negosiasi masih terus dilakukan. Pasalnya, baru sebagian lessor yang baru menandatangani isi persetujuan restrukturisasi tersebut. 

"Kita sekarang masih negosiasikan dengan semua lessor dan kreditur yang lain, sementara ini tidak ada perkembangan negatif malah positif, dianggap kita serius menangani bukan hanya ke depan tapi juga masalalu," ungkap Irfan. 

Irfan optimis pihaknya akan mencapai satu keputusan positif antara pihaknya dengan perusahaan penyewa pesawat. Sikap itu didasari pada respon baik yang diberikan lessor dalam setiap sesi negosiasi. 

"Selama ini boleh dibilang kita sih positif diskusinya dengan semua lessor dengan tadi yang disampaikan Pak Erik, betul memang beberapa lessor terbesar tersebut mengindikasikan sangat kuat, terus tujuannya sudah kita detailkan mudah-mudahan tidak ada halangan melintang dan kalau melihat nanti ada yang sudah tanda tangan rasanya semua pihak akan mencapai suatu kesepakatan," tutup Irfan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD