Lebih jauh, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja, tetapi juga dapat diterapkan di rumah tangga maupun komunitas. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat perkotaan untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi melalui akses terhadap sayuran segar yang ditanam sendiri.
Program ini juga menjadi contoh kolaborasi multipihak dalam menjawab tantangan ketahanan pangan. Pendekatan edukasi berbasis praktik ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan memperkuat peran urban farming sebagai bagian dari sistem pangan yang berkelanjutan.
(kunthi fahmar sandy)