AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Garuda (GIAA) Tutup Tiga Rute Penerbangan Internasional, Mana Saja?

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Selasa, 22 Juni 2021 07:15 WIB
(GIAA) saat ini tengah mengawasi secara ketat tiga rute internasional.
Garuda (GIAA) Tutup Tiga Rute Penerbangan Internasional, Mana Saja? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) saat ini tengah mengawasi secara ketat tiga rute internasional. Hal ini dilakukan setelah Perseroan memutuskan menutup beberapa rute internasional. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya telah menutup penerbangan untuk rute dari dan menuju ke Perth dan Melbourne, Australia, dan Osaka, Jepang. 

"Kami mereview terus menerus memang ada tiga rute yang sedang kami amati dengan sangat ketat, yaitu Amsterdam-Jakarta, Jakarta-Kuala Lumpur, dan Jakarta- Sydney, karena Singapura agak challenging mulai kita kurangin yang menguntungkan justru Bangkok, Hongkong, dan China dan yang kami monitor juga Seoul," ujar Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (21/6/2021). 

Irfan menjelaskan, penutupan rute-rute tersebut dilakukan karena pihaknya mengalami kerugian. Hanya saja, masih terdapat beberapa rute yang masih dipertahankan walaupun saat ini rugi tapi memiliki potensi untuk untung. 

"Pada dasarnya kita tertutupnya karena seluruh negara tertutup, basis penerbangan kita sebenarnya berbasis kargo. Jadi, kita isi kargo abis itu penumpang seadanya aja kita bawa," kata dia. 

Dia menyebut, kemungkinan ke depan maskapai plat merah ini belum bisa untung karena kondisi yang ada dan tidak mungkin operasional kargo dihentikan. 

“Ke depan kami lihat yang mungkin tidak untung karena kondisi dan tidak mungkin kami naikkan kargo, kami hentikan. Seperti Melbourne, Perth mulai bulan depan kami hentikan. Osaka sudah kami hentikan. Satu penerbangan ke benua Australia yang masih kami pertahankan yakni Sydney," ucapnya.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD