Adapun sejauh ini Indonesia menggalakkan gasifikasi batu bara kalori rendah sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor energi, terutama elpiji dan bahan baku industri kimia.
Kebutuhan metanol di dalam negeri tercatat melonjak tajam sejalan dengan perluasan program mandatori biodiesel nasional, di mana metanol merupakan komponen mutlak dalam proses transesterifikasi minyak sawit menjadi bahan bakar nabati.
Melalui pengolahan batu bara menjadi metanol dan DME, ketergantungan pasokan impor dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok energi nasional.
Namun demikian, keberlanjutan investasi hilirisasi batu bara membutuhkan kepastian pemanis fiskal menyusul berakhirnya masa berlaku fasilitas pembebasan pajak penghasilan badan (tax holiday) konvensional.
Penerapan kesepakatan pajak minimum global (global minimum tax/GMT) sebesar 15 persen oleh berbagai negara menuntut penataan ulang instrumen insentif agar tidak merugikan penerimaan kas negara.