Said menilai soal himpitan kondisi tersebut lambat laun mengikis daya beli publik sekaligus memangkas skala operasional pabrik-pabrik di dalam negeri.
Berdasarkan observasi langsungnya di lapangan, Said mengklaim menjumpai sekitar empat hingga lima perusahaan yang berisiko merumahkan karyawannya dalam skala masif, dengan PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu contoh yang paling mengkhawatirkan.
Menurutnya, PT Pakerin sejatinya merupakan industri berskala besar yang memiliki rekam jejak kemitraan sosial sangat baik dengan komunitas lokal lewat beragam program pemberdayaan dan filantropi.
Meski demikian, kinerja operasional korporasi tersebut kini dilaporkan merosot tajam, di mana denyut produksi pabrik saat ini tinggal tersisa 20 persen saja, sedangkan 80 persen aktivitas operasional lainnya sudah sepenuhnya lumpuh.