sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gelombang PHK Masih Menghantui, KSPI Ungkap 2.500 Pekerja PT Pakerin Terancam

Economics editor Rohman Wibowo
21/06/2026 23:11 WIB
Adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang membayangi ribuan pekerja di berbagai perusahaan wilayah Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Gelombang PHK Masih Menghantui, KSPI Ungkap 2.500 Pekerja PT Pakerin Terancam. (Foto Tangkapan Layar)
Gelombang PHK Masih Menghantui, KSPI Ungkap 2.500 Pekerja PT Pakerin Terancam. (Foto Tangkapan Layar)

"Dampaknya bukan hanya kepada pekerja, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan ada pasar yang sangat bergantung pada daya beli buruh PT Pakerin," kata Said.

Dia lantas memprediksikan sebanyak 2.500 tenaga kerja kini berada di ambang PHK apabila korporasi tidak segera mendapatkan solusi pemulihan dalam waktu dekat.

“Ada satu pasar yang saya datangi tidak jauh dari PT Pakerin itu sangat bergantung jual beli barangnya dari buruh-buruh PT Pakerin. Saat kondisi perusahaan sekarang hanya tersisa seperlima pabrik PT Pakarin yang masih beroperasi, 80 persen tutup buruhnya enggak ada pendapatan pasar, itu juga tutup," kata dia.

"Jadi ini memengaruhi ekonomi di sekitar perusahaan. Temuannya, 2.500 buruh yang terancam PHK,” ujarnya.

Mengacu pada himpunan data yang diperoleh di area pabrik, Said mensinyalir soal macetnya aliran dana modal kerja menjadi pemicu utama ambruknya operasional PT Pakerin.

Dia memaparkan, kas internal perusahaan yang ditaksir bernilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun sebelumnya terparkir di Bank Prima Jawa Timur. Namun, setelah bank tersebut dilikuidasi dan masuk dalam penanganan hukum oleh otoritas keuangan, hak akses PT Pakerin untuk mencairkan likuiditas modal kerjanya menjadi tersumbat.

"Informasi yang saya dapat, modal kerja PT Pakerin sekitar Rp800 miliar sampai Rp1 triliun tersimpan di Bank Prima," kata dia.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement