sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gen Z Indonesia Catat Literasi Finansial Tertinggi Sebesar 73,22 Persen

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
29/08/2026 06:46 WIB
Bagi masyarakat, termasuk generasi muda atau Gen Z, salah satu bentuk kemerdekaan yang semakin relevan adalah mencapai kesejahteraan finansial.
Gen Z Indonesia Catat Literasi Finansial Tertinggi Sebesar 73,22 Persen (FOTO:Dok Ist)
Gen Z Indonesia Catat Literasi Finansial Tertinggi Sebesar 73,22 Persen (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Bagi masyarakat, termasuk generasi muda atau Gen Z, salah satu bentuk kemerdekaan yang semakin relevan adalah mencapai kesejahteraan finansial.

Di Indonesia, konteks tersebut terlihat dalam cara Gen Z beradaptasi dengan ketidakpastian ekonomi. Dibandingkan generasi milenial, Gen Z usia 18–25 tahun mencatat tingkat literasi finansial tertinggi sebesar 73,22 persen dan menjadi kelompok yang paling aktif mencari sumber pendapatan alternatif.

Dalam laporan dikutip Sabtu (29/8/2026), temuan tersebut mencerminkan cara Gen Z memandang dan merespons ketidakpastian ekonomi saat ini. Bukan lagi sebagai krisis, melainkan kondisi yang telah mereka pelajari untuk mampu menavigasikan hidup. 

Baik dengan mencari pekerjaan dengan penghasilan lebih tinggi, berjualan secara daring, hingga mencoba sumber pendapatan berskala kecil seperti affiliate marketing atau live streaming.

Namun, kemampuan beradaptasi tidak selalu berarti kesiapan finansial yang menyeluruh. Kesenjangan adopsi masih ada, salah satunya karena produk keuangan dan perlindungan belum selalu terasa sesuai dengan pola penghasilan generasi muda yang belum tetap dan sering kali berasal dari berbagai sumber sekaligus.

Padahal dalam laporan yang sama, Gen Z secara teori lebih terbuka terhadap asuransi, dengan hanya 11,8 persen yang menyatakan sepenuhnya tidak percaya. Di sinilah literasi finansial menjadi penting: membantu anak muda menerjemahkan kesadaran menjadi keputusan yang lebih tepat, sesuai kebutuhan, kemampuan, dan tujuan jangka panjang.

Membawa Literasi Finansial Lebih Dekat ke Anak Muda

Semangat inilah yang diangkat dalam Smart Financial Day, sesi literasi keuangan bagi generasi muda yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Mengusung tema “Preparing Long-term Assets Now!” dan dihadiri oleh lebih dari 300 anak muda, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa membangun perjalanan finansial tidak harus menunggu hingga lulus, bekerja, atau memiliki penghasilan tetap. Sebaliknya, fondasi tersebut dapat mulai dibangun sejak masa kuliah melalui kebiasaan dan keputusan finansial yang lebih bijak.

Bagi Amaira, mahasiswa baru di Universitas Airlangga, materi yang diterimanya terasa dekat dengan realitas yang dihadapi sehari-hari. 

“Pengetahuan ini soal perencanaan keuangan dan asuransi bermanfaat banget, sebab sebagai mahasiswa yang jauh dari keluarga, nggak ada yang mengontrol keuangan kita sehari-hari. Jadi perlu ada kesadaran dari diri sendiri,” ujarnya.

Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen AAJI dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui pendekatan edukatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa, sesi ini mendorong generasi muda untuk tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan, membangun aset, serta mempersiapkan perlindungan finansial sejak dini.

Dalam salah satu sesi, Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia berbagi perspektif mengenai pentingnya cerdas finansial di era digital, khususnya bagi Generasi Z.

Dia menekankan bahwa akses informasi dan layanan keuangan yang semakin luas perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, serta kesesuaian setiap keputusan finansial dengan kebutuhan dan tujuan hidup. 

Bagi mahasiswa, literasi finansial bukan sekadar kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga keterampilan untuk membangun prioritas, mengelola risiko, dan mempersiapkan perlindungan jangka panjang.

Salah satu pembahasan utama dalam sesi tersebut adalah asuransi sebagai bagian dari pengelolaan risiko dan perlindungan finansial. Mahasiswa diperkenalkan pada manfaat asuransi kesehatan, jiwa, dan umum, termasuk perbedaan antara produk asuransi tradisional dan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI), agar mereka dapat lebih kritis dalam menilai karakteristik, manfaat, dan risiko dari setiap pilihan perlindungan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari pertanyaan yang muncul dalam sesi tanya jawab, seperti jenis asuransi yang relevan bagi mahasiwa, kesesuaian perlindungan dengan anggaran mereka yang tidak menentu, hingga produk yang dapat membantu mempersiapkan kebutuhan tahunan.

Menanggapi hal tersebut, Rizki menjelaskan bahwa mahasiswa yang sudah memiliki penghasilan tambahan dapat mulai mempertimbangkan perlindungan kesehatan sebagai prioritas awal. Seiring bertambahnya tanggung jawab, seperti mulai membangun keluarga, perlindungan jiwa dapat menjadi bagian penting dari perencanaan finansial. Dia juga menekankan bahwa premi asuransi pada dasarnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial nasabah.

Untuk mendukung proses belajar yang berkelanjutan, Rizki turut memperkenalkan Levela, platform edukasi keuangan digital untuk mahasiswa dan generasi muda.

Melalui materi yang praktis, interaktif, dan mudah diakses, Levela dirancang untuk membantu pengguna memahami topik-topik dasar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan anggaran, menabung, utang, asuransi, perencanaan keuangan, hingga pencegahan penipuan digital.

Dalam semangat kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat, generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan untuk menjadi lebih tangguh dan sejahtera secara finansial. Sebab sejalan dengan semangat “Janji, Jadi Nyata”, Prudential Indonesia percaya bahwa setiap orang termasuk Gen Z memiliki komitmen yang ingin diwujudkan bagi diri sendiri dan orang-orang yang mereka sayangi.

Melalui inisiatif seperti Smart Financial Day dan platform edukasi digital seperti Levela, Prudential Indonesia terus mendukung hadirnya literasi finansial yang lebih dekat dengan keseharian anak muda agar mereka mampu membangun fondasi yang kuat, menavigasi ketidakpastian, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement