sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Geopolitik Belum Reda, ESDM Proyeksikan Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak hingga Rp700 Triliun

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
02/09/2026 14:02 WIB
Kenaikan harga energi tidak hanya berdampak terhadap harga bahan bakar, tetapi juga berimbas pada biaya produksi dan inflasi.
Geopolitik Belum Reda, ESDM Proyeksikan Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak hingga Rp700 Triliun. Foto: iNews Media Group.
Geopolitik Belum Reda, ESDM Proyeksikan Subsidi dan Kompensasi Energi Melonjak hingga Rp700 Triliun. Foto: iNews Media Group.

"Dengan adanya penggunaan kendaraan listrik secara masif, tentu ini merupakan hal yang menggembirakan, berarti terjadi pengurangan konsumsi untuk bahan bakar minyak," katanya.

Pemerintah juga tengah mendorong penggunaan CNG sebagai substitusi LPG. Pasalnya, kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 9 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,6 juta ton. Dengan demikian, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7,4 juta ton LPG.

Yuliot menegaskan penguatan ketahanan energi tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber energi. Pemerintah perlu membangun ekosistem energi yang mencakup peningkatan produksi energi domestik, pengembangan EBT, pembangunan infrastruktur, efisiensi konsumsi, hingga penguatan industri dalam negeri.

"Ketahanan energi bukan hanya tugas pemerintah, ini adalah tugas kita bersama," ujar dia. 

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement