AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Geramnya Sri Mulyani, APBD Banyak Habis untuk Gaji PNS

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 17 Juni 2022 03:03 WIB
Menkeu Sri Mulyani geram melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) banyak dihabiskan hanya untuk gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Geramnya Sri Mulyani, APBD Banyak Habis untuk Gaji PNS (FOTO: MNC Media)
Geramnya Sri Mulyani, APBD Banyak Habis untuk Gaji PNS (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani geram melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) banyak dihabiskan hanya untuk gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kegeraman itu ia tumpahkan ketika menghadiri Rakornas Kemendagri dengan para kepala daerah.

"Yang penting untuk pertumbuhan ekonomi adalah belanja modal, karena diperlukan untuk pembangunan infrastruktur dasar terutama di daerah. Ini belanja pegawai naik terus, belanja barang melonjak tinggi, belanja modal relatif stagnan bahkan menurun," ujar Sri dalam Rakornas Kemendagri di Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Dia menyebutkan, selama ini setiap pemerintah pusat rutin mengirimkan anggaran ke daerah, digunakan justru paling cepat untuk membayar gaji. Dia makin geram karena menurutnya, program lain yang lebih penting justru dikesampingkan.

"Bapak ibu sekalian lihat begitu menerima transfer dari pusat langsung gampang bayar gaji aja.
Kenapa belanja modalnya kurang? Padahal rakyat saya masih membutuhkan infrastruktur dasar, padahal masih ada kemiskinan, padahal masih ada daerah yang belum punya MCK memadai, kenapa nggak dipakai untuk itu? Dan tentu dalam hal ini serapan belanja di daerah masih menghadapi kendala," keluh Sri.

Dia menegaskan bahwa dia ingin pemda bisa kembali memikirkan komposisi belanjanya supaya belanja modal bisa ditingkatkan.

"Kalau bapak ibu (kepala daerah) lihat belanja modal mengecil, kita enggak akan bisa mengejar ketertinggalan. Artinya bapak ibu harus menjaga komposisi belanja ini," tutup Sri Mulyani. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD