AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Giring UMKM ke Teknologi Metaverse, YELO Gandeng KIOS Siapkan Infrastruktur Digital 

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 25 November 2021 12:58 WIB
YELO emiten teknologi resmi menggandeng KIOS dalam upaya bangun infrastruktur digital untuk membawa UMKM menuju teknologi metaverse.
Giring UMKM ke Teknologi Metaversi, YELO Gandeng KIOS Siapkan Infrastruktur Digital  (Dok.MNC Media)
Giring UMKM ke Teknologi Metaversi, YELO Gandeng KIOS Siapkan Infrastruktur Digital  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), emiten teknologi di bidang jasa penyewaan alat teknologi komunikasi resmi menggandeng PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dalam rangka membangun infrastruktur digital. Langkah ini diambil untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk onboarding ke teknologi Metaverse. Melalui kerja sama ini kedua perusahaan berharap dapat mempercepat penerapan dan penggunaan teknologi Metaverse di Indonesia.

Direktur Utama YELO, Wewy Suwanto menyatakan, Infrastruktur internet menjadi hal yang krusial dalam mempersiapkan pengusaha UMKM dalam menyongsong era teknologi Metaverse. Untuk itulah, kedua perusahaan menjalin kerjasama untuk mengkolaborasikan expertise masing-masing dalam dunia digital.

“Dalam dunia teknologi Metaverse di negara maju, infrastruktur internet bukan lagi masalah. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, terutama di kota tier-2 dan tier-3, masih menjadi isu yang belum tuntas karena luasnya kondisi geografis.
Perseroan berkomitmen membangun infrastruktur internet berbasis fiber optic dengan kecepatan tinggi dan biaya yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Sebagai informasi, Analis Wall Street Morgan Stanley menyebut, Metaverse mempunyai potensi yang besar di masa mendatang. Metaverse sendiri dapat diartikan sebagai realitas digital yang menggabungkan aspek sosial, game, augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan cryptocurrency. Para pengguna di dalamnya bebas berinteraksi secara virtual, melakukan pertemuan, bekerja, maupun bermain.

Wewy menambahkan Metaverse dapat menjadi pasar yang nilainya mencapai USD8 triliun sekaligus berpotensi menjadi platform media sosial, streaming, dan game generasi berikutnya. Melihat peluang tersebut akses internet cepat dengan biaya terjangkau akan menjadi kebutuhan.

"Penduduk desa di tier-2 dan tier-3 pun bisa memperoleh layanan seperti, e-learning, digital marketing, e-medicine, e-agriculture, dan masih banyak lagi. Semua infrastruktur ini akan mendukung teknologi Metaverse di masa depan,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama KIOS Andrew melihat tantangan lain dari Metaverse. Menurutnya, teknologi tersebut kelak membutuhkan adanya Smartware House and Logistic yang saat ini juga tengah dikembangkan oleh KIOS.

“Ini selaras dengan komitmen perseroan dalam membangun ekosistem pergudangan berbasis teknologi sehingga dapat mendukung UMKM di Indonesia melalui Metaverse dan infrastruktur smartware house milik Kioson, Melalui perpaduan infrastruktur internet cepat YELO dan Smart Gudang KIOS, UMKM akan dipersiapkan serta dilatih untuk menghadapi transisi ke teknologi online di masa akan datang” tutupnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD