Selain lokasi yang strategis, District Tetra memiliki fasad American Style. Harapannnya banyak pengusaha untuk memiliki gudang di kawasan ini. Pergudangan ini juga memiliki commercial area, kantin dan food court, musala, 24 hours security-one gate system, bebas kuli dan bebas banjir.
"Kami ada empat tipe dengan luasan yang berbeda. Semua kami sesuaikan dengan permintaan pasar," imbuhnya.
Dia berharap, GIP, utamanya District Tetra mendapat respons baik dari pasar. Apalagi dalam waktu dekat akan ada jalan layang di daerah Aloha, akses ke Bandara Internasional Juanda. Sehingga, akses akan makin mudah.
"Kami terus mengembangkan kawasan pergudangan GIP. Untuk District Tetra kami kembangkan seluas 2,7 hektare. Untuk tahap kedua, akan kami bangun di atas lahan seluas 8 hektare," katanya.
GIP, kata dia, tidak hanya menyasar pengusaha Surabaya atau Jawa Timur, tapi pengusaha yang ada di Surabaya timur. Hal ini mengingat lokasi Jawa Timur merupakan hub atau penghubung perdagangan di kawasan timur Indonesia.
"Jadi, pengusaha yang beli gudang di GIP tidak hanya pengusaha Surabaya maupun Jawa Timur, tapi juga pengusaha dari Indonesia timur," ujarnya.
(YNA)