AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Gubernur BI Prediksi Uang Elektronik Tumbuh 32 Persen Jadi Rp266 Triliun di 2021

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Senin, 05 April 2021 11:31 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memperkirakan akan terjadi pertumbuhan besar dalam transaksi elektronik di Indonesia.
Gubernur BI Prediksi Uang Elektronik Tumbuh 32 Persen Jadi Rp266 Triliun di 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memperkirakan akan terjadi pertumbuhan besar dalam transaksi elektronik di Indonesia. Salah satunya untuk uang elektronik akan naik dari Rp201 triliun menjadi Rp266 triliun, atau tumbuh 32 persen pada 2021.

Tidak hanya itu, pada tahun ini dia juga memperkirakan nilai perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce akan naik dari Rp253 triliun menjadi Rp337 triliun, atau tumbuh 33 persen. 

"Digital banking juga naik dari Rp27 ribu triliun pada 2020 tumbuh 19 persen menjadi Rp32.200 triliun. BI komitmen untuk mendukung upaya bersama dalam akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia," kata Perry secara virtual, Senin (5/4/2021).

Untuk mengakselerasi percepatan ekonomi dan keuangan digital ini, pemerintah dan BI dikatakannya telah membentuk Satgas Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Ini akan mengoptimalkan QRIS dan blueprint sistem pembayaran Indonesia.

Di sisi lain, dia melanjutkan, BI pada tahun ini meluncurkan fast payment 24 jam selama sepekan secara realtime untuk mempercepat pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasinoal Bank Indonesia (SKNBI).

Selain itu, pada 2021 BI dikatakannya juga akan menyambungkan digitalisasi perbankan dengan e-commerce maupun fintech dangen Standarisasi Open API. Standarisasi ini akan menghubungkan 54 jenis layanan antara bank dan e-commerce maupun fintech.

"Bagaimana digitalisasi perbankan tersambungkan dengan e-commerce dan marketplace melalui standarisasi Open API, insya Allah tahun ini kami sama industri commited meluncurkan standar Open API untuk 54 jenis service," papar dia.

Kemudian, Perry menuturkan, BI juga akan terus mendorong elektronifikasi program bantuan sosial. Pada tahun ini dia menekankan, BI bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri mempercepat Bansos 4.0.

Dari sisi reformasi regulasi, dia mengungkapkan, Bank Indonesia juga telah meluncurkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) refiormasi regulasi yang tertuang dalam PBI Nomor 22/23/PBI/2020 untuk mempecepat perizinan.

"Akan mendorong industri, mempercepat industri pengengmbangan sistem pembayaran digital, ini akan mempercepat perizinan mendorong reformasi industri dan mendorong inovasi dan dengan dukungan manajemen risiko dan keamanan cyber," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD