AALI
9950
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1285
ACST
193
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7650
ADMG
185
ADRO
2260
AGAR
346
AGII
1400
AGRO
1255
AGRO-R
0
AGRS
161
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
800
AKSI
705
ALDO
1315
ALKA
316
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.55
-1.2%
-6.17
IHSG
6667.47
-0.88%
-58.90
LQ45
948.84
-1.14%
-10.92
HSI
24758.92
-0.83%
-206.63
N225
27371.11
-0.55%
-151.15
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Gubernur Khofifah Buka-bukaan Area Rawan Korupsi di Wilayahnya

ECONOMICS
Lukman Hakim
Kamis, 09 Desember 2021 10:57 WIB
Gubernur Jatim Khofifah blak-blakan area rawan korupsi di wilayahnya. Setidaknya ada delapan area yang sangat rawan korupsi. 
Gubernur Khofifah Buka-bukaan Area Rawan Korupsi di Wilayahnya (FOTO: MNC Media)
Gubernur Khofifah Buka-bukaan Area Rawan Korupsi di Wilayahnya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa blak-blakan area rawan korupsi di wilayahnya. Setidaknya ada delapan area yang sangat rawan korupsi. 

Diantaranya, perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos, pajak dan retribusi, pengadaan barang dan jasa, sektor perizinan, tata kelola dana desa, manajemen aset, dan jual beli jabatan.
 
"Jika kita ingin menjaga nama baik dan kehormatan keluarga,   anak, istri,  suami dan keluarga di rumah. Kehormatan  dan marwah serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kita, jangan pernah terlintas apalagi melakukan korupsi," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (9/12/2021).
 
Khofifah mengatakan, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember ini harus dijadikan momentum bagi seluruh jajaran Pemprov Jatim dan Kabupaten/ Kota se- Jatim  untuk kembali memperkuat integritas. Yakni tidak melakukan  praktik korupsi.
 
"Saya ingin pejabat publik dan ASN Jatim menjadi role model bagaimana upaya pencegahan korupsi itu benar-benar dilakukan dan diwujudkan. Menjadikan birokrasi yang Cepat, Efektif,Efisien,  Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif," imbuhnya.
 
Khofifah menyebut, dengan konsep birokrasi yang Cepat, Efektif, Efisien  Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif  (CETTAR) diharapkan  mampu menekan praktik korupsi. "Jika layanan publik berlangsung dengan transparan dan akuntabel , diikuti dengan digitalisasi  sistem yang terkoneksi  maka  upaya mereduksi peluang korupsi akan lebih signifikan," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa praktik korupsi tidak hanya terjadi di lingkungan instansi pemerintahan saja. Semua orang bisa melakukan praktik korupsi tanpa memandang kedudukan, jabatan, profesi, dan lain sebagainya.
 
"Maka dari itu saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Jatim juga untuk bersama-sama melawan korupsi. Jangan beri kesempatan korupsi  dan pungli berkembang  di  sendi kehidupan manapun dan level manapun," pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD